Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPendidikanRagam Daerah

Sasar 3.791 Anak PAUD, Bunda PAUD Tangerang Gaspol Cegah Stunting Lewat Program Makanan Bergizi

611
×

Sasar 3.791 Anak PAUD, Bunda PAUD Tangerang Gaspol Cegah Stunting Lewat Program Makanan Bergizi

Sebarkan artikel ini
Ketua Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, mendorong pemenuhan gizi anak sejak usia dini melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kabupaten Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Upaya memperkuat kualitas kesehatan generasi masa depan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang. 

Kali ini, Ketua Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, mendorong pemenuhan gizi anak sejak usia dini melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Example 300x600

Program yang menyasar 3.791 peserta didik di tujuh kecamatan dan 10 desa tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendukung pertumbuhan anak secara optimal, mencegah kekurangan gizi, sekaligus memperkuat upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang.

Pelaksanaan tahap pertama program ini dimulai di TK Negeri Rajawali, Kecamatan Rajeg, pada Rabu (21/10/2026). 

Selanjutnya, kegiatan akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah sasaran dengan melibatkan satuan pendidikan dan pihak terkait.

Rismawati menegaskan, pemenuhan gizi anak tidak bisa dipisahkan dari upaya membangun fondasi sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. 

Terlebih, masa usia dini merupakan periode emas atau golden age, ketika pertumbuhan fisik dan perkembangan otak berlangsung pesat.

Menurutnya, pada fase tersebut anak membutuhkan perhatian khusus, mulai dari asupan makanan bergizi seimbang, pola asuh yang tepat, hingga lingkungan yang sehat dan mendukung proses tumbuh kembang.

“Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan program intervensi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak, mencegah kekurangan gizi, dan menekan angka stunting,” ujar Rismawati.

Ia menjelaskan, program PMT tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan membagikan makanan kepada peserta didik.

Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan kepedulian dan komitmen bersama antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta keluarga dalam memastikan kebutuhan gizi anak mendapat perhatian yang memadai.

Melalui program tersebut, pemenuhan gizi diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya ketika anak berada di lingkungan sekolah. 

Sebab, keberhasilan menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak membutuhkan kesinambungan antara pendidikan, pola makan, dan pengasuhan di rumah.

Orang Tua Diminta Tidak Bergantung pada Makanan Tambahan Sekolah

Rismawati juga mengingatkan para orang tua agar berperan aktif dalam membangun kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga. 

Menurutnya, makanan tambahan yang diberikan melalui program sekolah perlu diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak setiap hari di rumah.

Ia mengajak keluarga untuk lebih memperhatikan kualitas makanan, keteraturan pola makan, serta pola asuh yang mendukung kesehatan dan perkembangan anak.

“Maka pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak para orang tua untuk melanjutkan kebiasaan makan sehat di rumah, tidak hanya bergantung pada makanan tambahan dari sekolah, serta lebih peduli pada pola asuh dan asupan harian anak,” tuturnya.

Selain mendorong kesadaran keluarga, Rismawati menyampaikan apresiasi kepada para guru, pengelola PAUD, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. 

Ia menilai, dukungan tenaga pendidik sangat penting untuk memastikan makanan yang disediakan memenuhi kebutuhan anak serta diberikan dengan pendampingan yang baik.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan orang tua terus diperkuat agar anak-anak di Kabupaten Tangerang dapat tumbuh sehat, cerdas, dan ceria.

Upaya tersebut juga diharapkan mendukung pelaksanaan PAUD Holistik Integratif, yakni pendekatan yang memperhatikan kebutuhan anak secara menyeluruh, termasuk pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan.

Menurut Rismawati, perhatian terhadap anak usia dini merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi emas Indonesia, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.

PMT Dilaksanakan dalam Enam Tahap, Menu Utamakan Protein Hewani

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang PAUD sekaligus Kasi Sarana dan Prasarana Bidang SD, Yudi Nursapyudin, menjelaskan bahwa program pemberian makanan tambahan tersebut dirancang untuk menjangkau peserta didik PAUD di tujuh kecamatan.

Ketujuh wilayah sasaran itu meliputi Kecamatan Rajeg, Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan Timur, Kosambi, Solear, dan Gunung Kaler. 

Secara keseluruhan, program ini menyasar 3.791 peserta didik dari 10 desa dan dilaksanakan dalam enam tahap.

Yudi mengatakan, kegiatan PMT tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan. 

Program tersebut juga diintegrasikan dengan edukasi dan upaya promotif untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan anak dan keluarga.

Materi kegiatan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), edukasi gizi seimbang, keamanan pangan, kesehatan lingkungan, serta perhatian terhadap kesehatan orang tua.

“Program ini bertujuan mendukung kesehatan anak melalui pemeriksaan kesehatan dasar, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), edukasi gizi seimbang, keamanan pangan, kesehatan lingkungan, serta kesehatan orang tua,” jelas Yudi.

Dalam penyediaan makanan, pihak penyelenggara mengarahkan agar menu PMT mengandung protein hewani pada setiap sajian. 

Bahan pangan yang digunakan juga diutamakan berasal dari sumber lokal yang mudah diperoleh, aman dikonsumsi, serta diolah hingga matang sempurna.

Pemilihan bahan pangan yang tepat dan pengolahan yang higienis menjadi aspek penting untuk memastikan makanan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman bagi anak-anak.

Yudi berharap pelaksanaan program ini dapat memberikan dukungan terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak pada masa keemasan. 

Selain itu, PMT diharapkan membantu meningkatkan perhatian terhadap pencegahan gangguan pertumbuhan serta mengurangi risiko kekurangan gizi pada anak usia dini.

Program tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026.

Dengan menyasar ribuan peserta didik, pelaksanaan PMT diharapkan menjadi bagian dari penguatan layanan PAUD yang tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kebutuhan dasar anak.

Sinergi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan keluarga menjadi kunci agar upaya pemenuhan gizi berjalan berkelanjutan. 

Dengan demikian, anak-anak Kabupaten Tangerang diharapkan memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal sebagai generasi penerus bangsa.(Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600