Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHukumRagam Daerah

Tangkal Judol dan Pinjol Ilegal! Pemkab Bandung Cetak 10.000 Wirausaha Muda, KNPI Perkuat Wawasan Kebangsaan

106
×

Tangkal Judol dan Pinjol Ilegal! Pemkab Bandung Cetak 10.000 Wirausaha Muda, KNPI Perkuat Wawasan Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Tantangan generasi muda di era digital bukan sekadar menguasai teknologi, tetapi juga bagaimana membentengi diri dari pengaruh negatif sekaligus membangun kemandirian ekonomi. 

Pemerintah Kabupaten Bandung pun memperkuat pembinaan kepemudaan melalui penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan moral, dan penciptaan wirausaha muda.

Example 300x600

Komitmen tersebut mengemuka dalam Seminar Wawasan Kebangsaan yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung di Rumah Makan Pajero, Ciherang, Kecamatan Banjaran, Kamis (22/10/2026).

Pemerintah Kabupaten Bandung mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. 

Apresiasi sekaligus pembukaan seminar disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung, Aseng Hendra, yang hadir mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Aseng membacakan sambutan tertulis Bupati Bandung yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas dinas ke luar daerah. Kepala Dispora Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, juga tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut.

Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai nilai-nilai kebangsaan, bela negara, serta tanggung jawab pemuda dalam menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial.

Pemuda Harus Cerdas Menyaring Informasi

Aseng Hendra menegaskan, perkembangan teknologi digital menuntut generasi muda memiliki wawasan luas, pola pikir kritis, serta kemampuan menentukan sikap secara bijaksana. 

Pemuda tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi, tetapi harus mampu memilah kebenaran informasi dan memahami dampaknya terhadap kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, wawasan kebangsaan dan semangat bela negara menjadi bekal penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh provokasi, isu negatif, maupun berbagai informasi yang belum terverifikasi.

“Di era digitalisasi ini, pemuda harus memiliki banyak wawasan dan ilmu. Tidak mudah menjadi pemuda dalam kondisi seperti sekarang. Wawasan kebangsaan dan bela negara sangat penting agar pemuda mampu bersikap bijak dalam menentukan arah dan tujuan hidupnya,” ujar Aseng kepada wartawan seusai seminar.

Ia menambahkan, generasi muda perlu membangun karakter yang kuat, menjaga moralitas, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis agar dapat mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan pribadi maupun bangsa.

Asta Cita Bidik 10.000 Wirausaha Muda

Tidak hanya memperkuat karakter dan nasionalisme, Pemkab Bandung juga mendorong kemandirian ekonomi generasi muda melalui program unggulan Asta Cita Bupati Bandung yang menargetkan lahirnya 10.000 wirausaha muda atau entrepreneur.

Program tersebut diarahkan untuk membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan produktif, serta mendorong pemuda agar mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.

Upaya ini sekaligus menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi kerentanan generasi muda terhadap aktivitas yang berisiko merugikan masa depan, termasuk judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol ilegal).

Aseng mengungkapkan, Dispora Kabupaten Bandung telah memberikan pelatihan kepada sekitar 1.000 pemuda melalui sejumlah gelombang pelatihan dengan bidang keterampilan yang beragam.

Materi pelatihan meliputi keterampilan aplikator, barista, pembuatan batik, perdagangan elektronik (e-commerce), hingga berbagai bidang kewirausahaan kreatif lainnya.

“Melalui program Asta Cita Bupati, Dispora Kabupaten Bandung telah melatih sekitar 1.000 pemuda dari berbagai gelombang dan bidang keahlian. Harapannya, keterampilan tersebut menjadi modal bagi mereka untuk membangun usaha, meningkatkan pendapatan, dan menjadi lebih mandiri,” ungkapnya.

Menurut Aseng, keterampilan praktis dan kemampuan membaca peluang pasar perlu terus diperkuat agar generasi muda tidak hanya bergantung pada kesempatan kerja formal, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru.

Penguatan Akhlak Dimulai Sejak Dini

Di samping pemberdayaan ekonomi, Pemkab Bandung menempatkan pembinaan moral dan keagamaan sebagai bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Salah satu inisiatif yang disampaikan Aseng adalah program Guru Ngaji yang digagas Bupati Bandung. 

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat penanaman nilai-nilai moral dan keagamaan sejak usia dini sehingga anak-anak memiliki fondasi karakter yang kuat ketika menghadapi berbagai pengaruh lingkungan.

“Program Guru Ngaji menjadi salah satu langkah penting untuk membangun akar nilai moral dan keagamaan yang kuat pada anak-anak sejak dini, agar mereka tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal negatif,” kata Aseng.

Menurutnya, pembinaan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan. 

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Dispora Kabupaten Bandung juga terus menjalankan program Wirausaha Muda, Pemuda Pelopor, serta berbagai inisiatif prakarsa kepemudaan untuk mendorong lahirnya anak muda yang kreatif, inovatif, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Lulusan Pelatihan Mulai Bangun Usaha Mandiri

Program pemberdayaan kepemudaan tersebut mulai menunjukkan hasil. 

Aseng menyebut sejumlah peserta pelatihan kewirausahaan dan e-commerce telah berhasil membangun usaha secara mandiri.

Bahkan, menurut keterangannya, sebagian di antara mereka mampu memperoleh penghasilan hingga Rp4 juta per bulan.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pembekalan keterampilan yang tepat dapat membuka jalan bagi pemuda untuk meningkatkan taraf hidup sekaligus mengembangkan potensi ekonomi di daerahnya.

Meski demikian, penguatan program tetap membutuhkan kesinambungan pelatihan, pendampingan usaha, serta kemampuan peserta untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan perkembangan teknologi digital.

Pemkab Bandung berharap, perpaduan antara wawasan kebangsaan, penguatan akhlak, dan pemberdayaan ekonomi dapat membentuk generasi muda yang tidak mudah terprovokasi, memiliki daya saing, serta mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.

Aseng menegaskan, masa depan pemuda tidak semestinya hanya ditentukan oleh ijazah formal. Kompetensi, kreativitas, karakter, dan keberanian menciptakan peluang juga menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Melalui sinergi Pemkab Bandung, Dispora, KNPI, dan berbagai unsur masyarakat, pembinaan kepemudaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berlanjut menjadi gerakan nyata untuk melahirkan generasi yang berkarakter, mandiri, dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Bandung. (Apih)

Penulis: Apih Igun Ruhiyat Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600